
"Lima bidadari" seperti menguap, ketika kami semua lulus dan mulai mencoba menemukan jati diri masing masing di kampus. Tidak lagi di asrama, pun tidak lagi satu kota. Entah kemana semua. Perpisahan tanpa komitmen apa-apa. Menghilang begitu saja, bersamaan dengan euforia kelulusan dan "keganjenan" ingin mengecap bangku kuliah. Apakah alam luar asrama, telah merubah semuanya? Kemana mereka semua? Apakah hanya aku yang terus bertanya dan mencoba mencari? Atau kah mereka telah "bertobat", seperti kata-kata orang yang sok moralis? Betapa bodohnya, mengapa waktu itu tak sempat terpikir, untuk membicarakan kelanjutan kawanan "Lima Bidadari" yang selama ini terasa indah dan bahkan ter
golong cukup berprestasi di kelas. Aneh.
Aku hanya kesepian. Kesepian. Dua tahun lebih kawanan "Lima Bidadari" mencoba menjawab keingintahuan tentang hidup. Di sebuah lingkungan yang sangat mendukung. Di suasana persahabatan yang sangat mendalam. Kami belajar bersama, mencuci bersama, mandi bersama, tidur bersama, masturbasi bersama...ach!!! Getir aku mengingatnya, terlalu indah, untuk kemudian hilang begitu saja.
Masih terbayang, kami berlima saling mengocok, menghisap, menjilat, kadang agak mengendap-endap dan sembunyi-sembunyi. Maklum yang namanya asrama, bukan cuma kita berlima penghuninya. Ranjang tingkat yang cuma muat berdua, dipaksakan supaya muat berlima. Pun dengan mengendap-endap, khawatir ada inspeksi mendadak pengurus asrama. Berbagai pengalaman berkesan: hampir kepergok waktu dua temanku masturbasi di kamar mandi, ngerjain siswi baru, uji nyali ke sekolah gak pake CD, memek temanku kepedasan kena cabe, macam-macam deh.
Ah, nantilah aku lanjutkan cerita ini. Aku butuh bantuan. Aku butuh dukungan. Dan aku masih mempertimbangkan, benarkah "curhat" di blog ini perlu. Aku ingin bebanku lepas. Syukur kalau malah dapat teman baru. Cewek, tentu saja. Cowok, minggir sana!!! Aku gak butuh kalian!!! Memek bagiku lebih harum dan merangsang, ketimbang kontol kalian yang jorok dan sok jantan.
Sampai nanti ya...