|
Putri datang ke kostku suatu sore. Tumben, tanpa sms duluan. Aku sedang santai di depan komputer, menyetel lagu dan melihat-lihat pic koleksiku. Pas dia masuk, pic seperti yang diatas sedang kubuka. Aku sama sekali tak berniat menutupnya, biarlah Putri melihatnya juga. "Hai...wah pasti lagi melonjor nih, melamun jorok, hahaha..." komentarnya. Aku cuma tersenyum. Sore ini, aku berbusana lengkap, meski serba mini. Atasan, aku cuma pake tank-top, meski tak pake bra. Bawah, aku cuma pake celana pendek sangat mini dan ketat, tanpa CD, sehingga gundukan memekku jelas terlihat. "Gambar apa nih? Gilak, cewek sama cewek ya?" ia menjawab sendiri. "Iya nih, check in di hotel," lanjutku. Kami lalu sama-sama mengamati foto yang kuperoleh dari internet itu. Sepasang cewek lesbian sedang berpelukan di kamar hotel. "Kasian aku ya, Put, belum pernak check in di hotel, sekali pun belum pernah," pancingku, sambil berdiri dan menghidupkan televisi. Lalu aku duduk di pinggiran ranjangku, agak mengangkang sedikit. Putri menyusul duduk di sampingku. "Check in gimana maksudnya?" tanya Putri. Ah, aku tau dia sebenarnya sering aja check in sama cowoknya di hotel atau losmen. "Kamu gak pernah, Put?" balasku. Putri menahan senyum, lalu berkata: "Ya gak sering banget sih. Cowokku lebih senang main di kost, soalnya kalo check in cuman untuk momen khusus, kayak valentine, gitu.." cerocosnya lalu disambung tertawa pelan. "Aku pengen ngerasain check in di hotel atau losmen, kapan-kapan, yah buat menyendiri gitu. Di kaliurang mungkin enak yah," pancingku lagi. "Ya ela...lo mau check in, sendirian, mau ngapain? Paling melonjor, melamun jorok hahaha...," timpal Putri. "Kalo gitu, kamu yang nemenin mau gak? Biar gak aneh, mosok check in sendirian?" tantangku. Sejenak putri terdiam, seperti berpikir, tapi tak lama senyumnya mengembang lagi. "Ah...mau kayak yang di foto itu ya," tebaknya. Buset juga nih orang, malah aku yang blingsatan jawabnya. "Hmm...emang kalo ngelakuin kayak yang digambar itu, kenapa? Takut? Takut hamil?" serangku. "Haha...siapa takut?!" tantangnya. Buset, i've make a great move! "Kalo gak takut, ngapain repot-repot check in segala, di kamarku aja bisa," balasku sambil langsung merangkulnya dan merebahkan tubuh kami di kasurku. Biar gak terlalu kentara, aku masih sok ja'im gitu. Cuma merangkul sambil berbaring dan berdiam. Tiba-tiba dia meraba selangkanganku, dan jari-jarinya menempel di gundukan memekku. Aku diamkan saja. "Sis, udah berapa hari habis dicukur, biasanya mulai tumbuh lagi loh," katanya. "Oh iya, emang udah mulai tubuh dikit, bikin gatel aja," jawabku. Putri bangun dan tanpa permisi, dipelorotkannya celana hitam miniku itu, sampai melewati kedua kakiku dan terlepas. "Wah, harus digunduli lagi nih hahaha," ujarnya sambil berjongkok di selangkanganku. Aku pasrah...apapun yang dia lakukan di memekku. Perlahan aku semakin mengangkangkan kedua pahaku. Putri mengusap-usap gundukan memekku yang mulai ditumbuhi bulu setelah dicukurnya beberapa hari lalu. "Iya, udah mulai tumbuh, tajam-tajam lagi," katanya. Memekku terasa senut-senut. Terasa kedua jempolnya menempel di kedua bibir memekku, dan pelan-pelan kurasakan Putri sedang merekahkan bibir memekku. Aku menikmatinya sambil memejamkan mata. Telunjuknya terasa menyentuk klentitku, dan beberapa saat dia memutar-mutar jarinya di situ! Aku makin horni dan senut-senut merasakan sensasi sentuhannya! "Gila Sis, memek lu bagus banget, masih rapet!" Ucapannya membuyarkan kenikmatanku, tapi aku biarkan saja apapun yang dia lakukan. Terasa hidungnya mengendus-endus memekku yang sedang direkahnya, ooow...nikmat! "Nah, baunya juga enak, Sis, gak bacin gitu," katanya seraya bangkit dan menghentikan "mengerjai" memekku. Dia duduk di sampingku yang masih berbaring terengah-engah. Sial, dia malah berhenti saat aku sedang nikmat-nikmatnya. "Kata orang sih, kalo memek jarang dimasukin kontol, baunya enak. Eh, nyatanya bener," lagi komentarnya sambil tersenyum. "Masak sih, Put?" "Lah iya la Sis." "Emang memek kamu gimana baunya?" "Hehe, sering dimasukin dan dimuntahin sih, jadinya biar dibersihin gimana pun, masih suka bacin-bacin gitu." "Masa sih, coba kulihat," kali ini aku yang segera bangkit dan tanpa basa-basi memelorotkan celana Putri. Setelah CD-nya pun terlepas, DEG! Dadaku berdegup, karena baru kali ini aku melihat memek Putri. Pelan-pelan kudorong tubuhnya sampai telentang di kasur, dan kukangkangkan kakinya. Terasa Putri masih risih dan malu-malu. Setelah memeknya yang tembem tersuguh di wajahku, aku segera merekahkannya. Mengendus dan menghirup aromanya. Hem...memang agak bacin bercampir pesing dikit. Aku mainkan telunjukku di klentitnya, astaga, lobang di bawah klentitnya memang sudah menganga. Aku colokkan jariku di lobang itu dan kuobok-obok. Terasa tubuh Putri bergerak, dia mengangkat kepalanya untuk menatap perlakuanku. Aku tengadah, dan mendapatkan wajahnya seperti malu-malu dan agak kaku. Ah, bodo amat, bathinku, makanan udah di depan mata, kenapa tidak kulahap? Dengan sebelah tanganku, aku mendorong perutnya sehingga Putri kembali terbaring. Kemudian aku mengendus-endus, mencium-cium dan menikmati aroma yang sangat merangsang. Jari-jariku mulai memutar-mutar di bagian dalam bakpao itu. Dan dengan mengumpulkan keberanian, aku mulai menjilat rekahan itu. Terasa tubuh Putri tersentak kaget, tapi aku teruskan saja. Menjilat, menjelajah setiap rongga memeknya dengan lidahku, memain-mainkan klentitnya, lalu menyedotnya dengan bibirku. Kurasakan sedikit penolakan dari Putri. Dia mendorong-dorong kepalaku, seperti ingin melepaskan diri. Itu pula yang semakin memacu kegilaanku untuk terus menjilat dan menghisap memeknya. Sampai, cengkeramannya di rambutku melemas, pahanya tiba-tiba memiting leherku, dengusan nafasnya menderu, dan rintihan terdengar pelan, lalu lemas. Memeknya basah dan bajir, ah...nyampe juga dia akhirnya. Aku bangkit, menatap wajahnya yang juga menatapku sambil tetap berbaring. Tatapannya datar, seperti bingung. Aku berbaring di sebelahnya, sambil memeluknya. "Gila Sis, aku baru kali ini loh sama cewek..." Sebelum dia melanjutkan, aku segera bilang, "Curang, kamu yang enak, aku yang menderita, aku juga pengen!" Lalu seperti disihir, Putri bangun, dan menguak selangkanganku dengan ragu. Saat dia masih mengendus-endus memekku, dengan sekali jambakan di rambutnya, wajahnya sudah terbenam di memekku... Sore mengeluh lembut...
|
| wayan November 1, 2009 08:41 PM PST kalo les tuh gak suka Mr. P ya? | ||
| Rey.butch September 1, 2009 05:39 AM PDT K0men pada sok suci | ||
| mimie August 22, 2009 09:35 AM PDT aku juga lesbian.baru saja terjebak.cuma aku tidak punya teman lesbian.call me jika ada yang ingin kenal.only girl.:017-6464304 | ||
| handis June 12, 2009 12:13 PM PDT hey aq jga anak cilacap.... malu2in aja!!! q anak sidakaya.... boleh ikutan tuh... gw d bintaro.. | ||
| cikha April 14, 2009 02:19 AM PDT w jg lesby,w lg btuh wat hub intim nic,kemail w yupch cikhasabilla@yahoo.com | ||
| cikha April 14, 2009 02:18 AM PDT w jg lesby,lg cri cwe lesby, hub,email w cikhasabilla@yahoo.com | ||
| cikha April 14, 2009 02:16 AM PDT w jg lesby | ||
| cikha April 14, 2009 02:15 AM PDT w jg lesbyyy | ||
| cikha April 14, 2009 02:14 AM PDT w jg lesby,w lg btuh wat hub intim nic,kemail w yupch cikhasabilla@yahoo.com | ||
| atekz July 14, 2008 11:57 PM PDT klo kta aku sich mendingan klo emang maw lakuin sex ,mending ma cwo ajah dri pda ma cwe lgi gk enak | ||
| hornygal June 25, 2008 11:52 PM PDT pengeeeen.. | ||
| hornygal June 25, 2008 11:52 PM PDT pengeeeen.. | ||
| Name winda June 13, 2008 11:15 PM PDT aq jga lesbi aq ampe horny bcanya tpi aq blm pernah ngalaminya aq pnggn ngerasainya loh kontak aq yah 085281782581 | ||
| eza June 4, 2008 10:31 AM PDT ak jg bs bw temen perempuan yg km mau | ||
| eza June 4, 2008 10:30 AM PDT ak jg gigolo bs siap kpn aja ko pasti u puas n ketagihan | ||
| eza June 4, 2008 10:28 AM PDT ak anak cilacap ak arab keturunan n pakistan panjang n besar | ||
| eza June 4, 2008 10:25 AM PDT kl bs ma ak aja kpn kt ketemuan | ||
| amarsyha May 23, 2008 04:06 AM PDT anjrid , enak bgd tu. yuk kita bikind party lesbii . | ||
| Ayu May 10, 2008 09:11 PM PDT nkmt pasti rasax q jg mw tuch | ||
| The Messenger May 1, 2008 08:27 PM PDT Sekedar menambahkan, ingat bahwa hidup itu tidak hanya untuk sex. Kalau pikiran kamu sekarang hanya sex, sex dan sex, itu wajar karena kamu masih muda dan penuh nafsu sex. Tapi nanti setelah tua dan keriput, maka orientasi kamu terhadap "pacar" atau suami (kalau kamu sudah bisa sadar dan tobat) bukan lagi pada sex. Orientasi relationship kamu bukan lagi karena romantisme atau nafsu, tapi sudah menjadi orientasi persahabatan atau kekeluargaan (lebih mirip sahabat dan kakak-adik). | ||
| The Messenger May 1, 2008 07:18 PM PDT Just think.. oklah kamu bisa anti cowok sekarang selagi masih muda dan "masih banyak waktu". Apa kamu akan begini terus sampe tua? Hidup selalu dalam keadaan tertekan, tidak punya keturunan dan kesepian sampai tua, dan mati dalam keadaan merana (dan bahkan setelah mati juga akan lebih merana karena siksa tuhan - btw, anda percaya tuhan kan?) Kalau anda percaya tuhan, maka anda sudah tahu konsekuensinya di sana. Kalau anda tidak percaya tuhan, apakah anda berani menanggung risiko jika "seandainya" tuhan memang benar-benar ada? Begini saja: Jika anda mengikuti aturan tuhan tapi ternyata tuhan sebenarnya memang tidak ada, anda paling-paling "rugi" karena tidak sempat bersenang-senang dan gila-gilaan di dunia. Well, sebenarnya tidak "rugi" juga, karena jika anda mengikuti aturan tuhan, maka biasanya kehidupan di dunia juga akan tertata dengan baik dan terhormat. Tetapi sebaliknya jika anda sedemikian yakinnya bahwa tidak ada tuhan sehingga karena tidak mau "rugi" melewatkan kesenangan dunia, anda gila-gilaan hingga melewati batas aturan tuhan, tetapi sialnya, keyakinan anda ternyata salah karena tuhan ternyata ada. Siapkah anda dengan konsekuensinya? Untuk mengetahui kesiapan anda, coba letakkan jari tangan anda diatas kompor barang 10 detik saja. Atau gampangnya begini: beranikah anda mempertaruhkan seluruh hidup anda untuk keyakinan yang belum tentu benar? Jika anda ambil keyakinan A, maka konsekuensinya demikian (baik jika keyakinan tersebut benar ataupun sebaliknya salah), sedangkan jika keyakinan B, maka konsekuensinya demikian (juga baik jika keyakinan tersebut benar ataupun sebaliknya salah). Sebagai informasi, saya bukan pendakwah moralis atau sok moralis. Sering saya sendiri melanggar aturan, tapi saya hanya masih memperhitungkan konsekuensinya secara matematis sederhana seperti pengandaian diatas (ada tuhan atau tidak ada tuhan, dan bagaimana konsekuensinya?) Dari pengakuan anda, anda adalah seorang yang bisa merenung dan open minded. So, semoga ini bisa menjadi bahan renungan buat anda. Ingat mbak, waktu tidak bisa diputar balik. Selagi masih muda dan masih tersedia banyak pilihan, pilihlah yang terbaik dan benar. Tidak semua cowok brengsek, dan sebaliknya tidak semua cewek itu baik dan selalu menjadi korban. Pilihlah cowok (sesuai kodrat anda sebagai cewek), yaitu pilihlah cowok yang baik, semoga dia akan dapat membimbing anda. Cowok baik berkecenderungan untuk juga memilih cewek baik. So, mulailah dari diri anda sendiri dulu. Semoga tulisan sederhana ini bisa menyelamatkan anda. | ||
| Name April 29, 2008 04:17 AM PDT mantap..gantung juga ceritanya hehehe | ||
| Vi2 April 14, 2008 01:10 AM PDT sya baca jadi hourni ......salam kenal ya | ||
| Vi2 April 11, 2008 10:59 AM PDT Q jg pngn pesta lesby biar asyk nkmt | ||
| Vi2 April 11, 2008 10:58 AM PDT Q jg pngn pesta lesby biar asyk nkmt | ||
| neni April 4, 2008 05:44 PM PDT hi, pengalaman kamu ingin banget aku rasain, aku juga lesbian tapi aku nggak bisa cari temen. aku masih belum pernah ngerasain yang kamu rasain. boleh nggak kita kenalan, byee | ||
| martha February 14, 2008 03:04 AM PST bikin gw horny neh... kapan kita bisa ketemu? | ||
| Leave a Comment: |