Entry: Obrolan Pasca Eksekusi Saturday, May 03, 2008



Kami masih terbaring, terengah-engah, ngos-ngosan. Menatap langit-langit kamar, sambil menikmati sisa-sisa orgasme yang masih senut-senut di selangkangan.

"Gila, gimana kok kita bisa kayak gitu tadi..." katanya dengan suara menggantung. Aku diam saja, masih menikmati sisa-sisa sensasi yang tak terkatakan nikmatnya.

Kami cuma mengenakan atasan. CD kami belum lagi di pasang. Kami masih terbaring dengan keringat membasahi tubuh. Hembusan kipas angin terasa membelai memek yang basah.

"Kamu menyesal?" tanyaku. Tak terdengar jawabannya, selain tarikan nafasnya yang belum teratur. Kuraba selangkangannya, dia tak menepis. Kutoleh ke samping, matanya masih menerawang, seolah menembus langit-langit.

"Ah, gila, gila..." lagi suaranya, seperti berbisik. Tapi aku memeluknya perlahan. Membelai rambutnya, dan mengusap memeknya. Kami kembali bergumul, bergumul, sampe lecek, dan kamarku dipenuhi aroma erotis dari selangkangan kami berdua...

   6 comments

sega(sacred anonymous of guard
November 22, 2009   10:12 PM PST
 
kesalahan pertama jangan sampai terulang kembali
4nto
December 7, 2008   12:49 AM PST
 
akau pandangi lama2 memekmu,sambil aku mencabuk pelerku.alangkah enaaknya bila pelerku dimasukin ke vegimu.kita bisa melayang-layang menuju kenikmatan sejuta nikmat bersamamu.Jangan lupa hubungi aku bila kepingin sensasi bersamamu sayaang................
rudiansyah
October 14, 2008   09:42 AM PDT
 
hai salam kenal mau donk aku jadi temannya aku rudi dari bandung emailku rudiansyah5@gmail.com
arin
July 1, 2008   07:10 AM PDT
 
boleh kenalan dan curhat hub.92339779
gue
May 7, 2008   03:00 PM PDT
 
Great story..
The Messenger
May 6, 2008   03:11 PM PDT
 
Well, good luck with your journey then.

Semoga saja satu saat kamu dan semua "teman"-mu akan mendapat pencerahan agar dapat menyadari dan mengetahui apa arti dan tujuan hidup sebenarnya.

Semua hanya masalah persepsi. Kebahagiaan sejati dan kekosongan jiwa juga hanya masalah persepsi.

Jika kamu merasa telah memperoleh apapun di dunia ini (termasuk kebebasan penuh sebebas-bebasnya) tapi masih juga merasakan kekosongan jiwa, maka tidak perlu jauh mencari kemana-mana, karena itu semua terletak pada dirimu sendiri, pada persepsimu memandang arti dan tujuan hidup.

Jika kamu merasa bahwa Tuhan tidak adil dan selalu memberikan kesulitan untukmu, sadarilah bahwa sebenarnya Tuhan menyayangimu dan ingin memberimu kekuatan dengan cara melatihmu dalam proses yang disebut "kesulitan" itu.

Jika kamu disakiti dan diputuskan oleh seseorang, maka sadarilah bahwa sebenarnya Tuhan menyayangimu dengan membuka matamu agar kamu tidak tersiksa dan menderita lebih jauh oleh orang tersebut.

Jika kamu ingin memperoleh cinta yang tulus, maka Tuhan telah mengirimkan banyak orang yang memerlukan pertolonganmu, agar kamu dapat memperoleh cinta mereka.

Jika kamu selalu memikirkan kebutuhan sex (apalagi dengan cara yang tidak wajar), pikirkanlah mereka yang bahkan tidak dapat memenuhi kebutuhan utamanya dengan layak (mereka yang kelaparan di sana).

Finally, good luck again and good bye..

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments